Teriakan Tabung Hijau 3kg


Ketika hidung nampak hitam akibat asap dari tiupan saluran dari bambu atau kertas untuk menghasilkan api yang berhasil membuat sekilogram  beras menjadi nasi, ketika itulah fakta berbicara bahwa hal itu lebih nyaman dan aman. Ketika seliter minyak tanah dituangkan dalam sebuah fasilitas yang berasal dari besi berisikan beberapa sumbu penyalur api dinyalakan, ketika itulah keadaan berkata bahwa hal seperti itu lebih aman dan nyaman untuk mengubah beras menjadi nasi. Ketika perkembangan jaman semakin maju, diiringi kerasnya arus global, kini hal-hal seperti itu semakin tertindas oleh tabung mungil berwarna hijau, tabung mungil berwarna hijau berisikan gas yang nampak lebih hebat dari fasilitas-fasilitas sebelumnya untuk mengubah beras menjadi nasi. Si tabung mungil hijau memang lebih hebat, namun sayangnya seiring dengan kerasnya arus global, tabung hijau mungil itu menjelma menjadi monster penghancur masa depan yang ampuh bagi sang darah tak berdosa dan bahkan menjadi monster penjabut nyawa akibat controller sang pemburu rupiah yang jahannam.

Bulan juli tahun 2010 indonesia kembali menjerit penuh tangis dan duka. Bukan karena teror bom dan bukan karena bencana peringatan sang maha agung, namun karena ulah sang pemburu rupiah yang mengghalalkan segala cara demi kekenyangan perutnya sendiri melalui tabung hijau mungil yang nampak asli dan hebat dari covernya doang. Asal perutku kenyang, hidupku serba kecukupan, akan aku lakukan segala cara untuk itu, walapun banyak memakan korban dan merenggut masa depan, aku masa bodoh (apakah itu yang ada dimesin search angine  sang pemburu rupiah ), astaqfirllah “berharap sang maha agung menunjukkan keadilan”. Bulan juli 2010 30 tabung gas mungil seberat 3kg berteriak membawa malapetaka bagi manusia, jerit tangis bergemuruh, genangan darah, gosongnya tubuh dan kepingan harta benda. Kekawatiran tentang masih ada berapa puluh, berapa ribu, berapa puluhan ribu dan bahkan ada berapa jutaan tabung mungil itu berkeliaran ditoko siap beraktivitas didapur mengintai ruh dan harta benda oleh sang darah tak berdosa. Kini sedikit ada titik terang jawaban dari rasa was-was tersebut. Kamis tanggal 29 juli 2010 pemerintah dan para satpol PP telah berhasil menyita tabung mungil 3kg tersebut sekitar 9 juta yang tanpa tanda SNI. Sedikit hati merasa tenang,namun apakah strategi tindakan pemerintah hanya seperti itu? Berharap masih ada tindakan selanjutnya yang berlatar belakang positif serta merakyat sehingga bencana ini tak terulang kembali, begitu juga ketentraman serta keamanan masyarakat bersiul menghiasi nusantara Indonesia ini.

Catatan : apabila ada salah kata dalam tulisan ini, mohon maaf sebesar-besarnya.

Demikian matur nuwun dan salam adem ayem

64 pemikiran pada “Teriakan Tabung Hijau 3kg

  1. Saya tidak pernah pakai tabung gas 3 kg, tapi kondisinya memang sedang memprihatikan. Rasanya terlalu lama didiamkan oleh yang berwenang.

  2. pemerintah akhirnya memutuskan utk mengganti warna tabung gas 3kg dr warna hijau menjadi warna lain,kuning kelabu merah muda dan biru,karena berdasarkan penelitian warna hijau yg sering meledak dibanding warna lain

  3. iya ya akhir2 ini ledkan makin sering terjadi, miris aja ngelihatnya..
    hanya untuk kepentingan orang2 tertentu (dengan membuat tabung yg tidak sesuai standar) tapi yg menjadi korban sangat banyak.. kita berdoa sja semoga usaha pemertintah dengan menarik 9rb tabung gas yg bermasalah akan sedikit membantu untuk mengatasi fenomena ledakan ini dan tidak ada lagi korban yang jatuh..

  4. Kayaknya perlu diingatkan kepada siapa saja (termasuk kepada saya sendiri) ” Mencari rejeki wajib, tapi jangan serakah”

    Jangan mengurangi timbangam, takaran, menyunat,menimbuan,mengurangi mutu,dll. Nah,akibat keserakahan itulah tabung gas meledak..dhor..dhor..dhor…

    Salam hangat dari Surabaya

  5. Saya sangat prihatin , keterlaluan memang Pemerintah baru mulai bertindak beberapa hari belakangan ini
    Polisi malah menyebutkan penyebab ledakan karena sebagian besar keteledoran masyarakat sendiri.

    Semoga ada perbaikan

  6. gara-gara takut resiko ledakan tabung 3kg, saya gak pakai Andi… biar harus beli 14kg gak apa-apa yang penting perasaan safetynya buat kita apalagi anak-anak dan ibu rumah tangga yang jadi korban paling banyak. kasian ya orang-orang yang mampunya membeli eceran dalam bentuk tabung 3kg itu… duh… solusinya gimana pemerintah…?

  7. walah-walah, dari dulu nyonya besar masih pake minyak tanah kalau masak, jadi kurang paham soal gas yang satu ini, he he he. Dan tetep aman sampai saat ini …..

  8. Dari beberapa kasus ada juga dari kesalahan user…
    Dah tahu selang bocor malah ditambal ama seal tape,,

    Bahkan ada juga yang sudah berstandart SNI juga mbleduk…

    Bahkan petugas yg paham bener saat demonstrasi pemakaian tabung dan regulator, jadi korban juga…

    Jadi pusing aku . .:D

  9. harus lebih ketat lagi pengawasannya, jangan sampai tabung gas yang tanpa tanda SNI terus beredar, sama aja kayak naroh bom di rumah dong -_-“

  10. Terlalu banyak korban😦 walau di kota lia belum ada yang kena korban gas elpiji 3 kg ini..
    tapi sudah cukup membuat was was memakainya

    salam semangat🙂

  11. Kebanyakan tabung gas yang palsu dibuat dari seng….
    Pantesan aja meledak, nyawa jadi taruhannya…
    Untungnya saya pas dapet kompor+tabung 3kg di kelurahan kemarin, langsung saya jual…😀
    Gara-gara udah ada kompor di rumah…
    Hehehe…

  12. asalkan diganti regulator ma kabelnya ma yang kualitasnya bagusan dikit, aman kayanya. Gw juga dirumah gitu. Hehehehe

  13. Melalui kawalan pihak pemerintah, diharap hal seperti ini tidak berlaku lagi. Serem mendengar banyaknya korban yang terhasil dari tong gas 3 kg yang cukup ringan dan mudah diperolehi.
    Salam kenal Andi dari Indahkasihku.
    terima kasih sudah ke taman Indah ya.

  14. walau bagaimanapun juga kita harus memberi apresiasi kepada pemerintah atas niat baiknya melakukan konversi. tapi, silakan juga saudara sekalian mengecam keras pemerintah yang lalai melakukan pengawasan terhadap program ini… lebih baik Indonesia kembali ke kompor minyak tanah,,, lebih aman dan nyaman… biarlah dibilang jadul, asal tetap bernyawa…

    salam akrab dari burung hantu😀
    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/08/03/kisahku-tentang-ibu-pertiwi-yang-sedang-lara/

    tolong dikasih komen di postingan yang itu ya
    makasih

  15. ngeri banget… saya pake lagi yang 12 kg

    padahal lebih enak yang 3kg.. lebih gampang belinya, karena lebih murah..
    tapi lantaran takut.. jadi disimpen aja dipojok sekarang.

    salam.

  16. selamat pagi

    saya cuman bisa bersyukur karena tidak jadi korban si granat hijau 3 kg ini.

    dan hanya bisa berharap semoga masalah ini bisa tuntas dengan penuh happy ending.

    terima kasih dan mohon maaf😮

  17. gimana yaa… pemerintah sepertinya gak mau tahu dan lambat dalam menyelamatkan rakyatnya sendiri.. kalau menyelamatkan anak buahnya yang kena korupsi… cepet2 antisipasi dg sgala macam cara.. tapi kalau ada rakyat yang jadi korban.. kok mereka kesannya gak peduli dan malah curhat di tipi… weleeeh… pak sby…. please deeeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s